
Kota Cirebon — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman utama Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah, Kampung Curug, Kanggraksan, Kamis (14/5/2026), saat Yayasan Salafiyah Cirebon (YSC) menggelar Haul ke-30 KH. Suud dan Ny. Hj. Khodijah. Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual untuk mengenang jasa dua tokoh sentral yang berperan besar dalam pendirian dan perkembangan lembaga pendidikan Islam di lingkungan Yayasan Salafiyah Cirebon.
Rangkaian haul telah dimulai sejak Rabu senja (13/5/2026) melalui pembacaan Al-Qur’an secara estafet oleh para hafiz dan hafizoh dari keluarga besar yayasan. Lantunan ayat suci menggema sejak senja hingga larut malam, menghadirkan nuansa syahdu dan sakral di tengah cahaya lampu yang temaram.
Para penghafal Al-Qur’an secara bergantian menyempurnakan khataman 30 juz bil hifdzi, disaksikan dengan penuh kekhusyukan oleh para guru, siswa, serta keluarga besar dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Salafiyah Cirebon.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum KH. Suud dan almarhumah Ny. Hj. Khodijah, tetapi juga menjadi media penanaman nilai spiritual dan pendidikan Islam kepada generasi muda. Semangat mencintai Al-Qur’an dan menjaga tradisi keilmuan Islam tampak menjadi pesan utama yang diwariskan dalam acara haul tersebut.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan doa khatmil Qur’an, dilanjutkan tahlil bersama dan tausiyah yang disampaikan oleh Ny. Hj. Enok Toyibah Hambali, ulama perempuan kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Putri Assalafiyah Bodelor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Dalam tausiyahnya, yang akrab disapa Ang Nok itu menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarkeluarga sebagai warisan nilai yang harus terus dirawat lintas generasi.
“Silaturahmi yang paling gampang adalah menghadiri acara haul seperti ini, karena di acara seperti ini kita bertemu dengan banyak sanak family dan kerabat yang asalnya dari orang tua yang sama, daripada kita menemui sanak saudara satu demi satu untuk bersilaturahmi,” ujarnya.
Haul ke-30 tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendiri Yayasan Salafiyah Cirebon tidak berhenti pada pembangunan lembaga pendidikan semata, tetapi juga pada penanaman nilai keislaman, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman, semangat yang diwariskan KH. Suud dan Ny. Hj. Khodijah terus hidup melalui pendidikan dan tradisi keagamaan yang dijaga oleh generasi penerus. Haul ini pun menjadi simbol penghormatan sekaligus ajakan kolektif untuk melanjutkan perjuangan membumikan pendidikan Islam sebagai amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi umat dan generasi mendatang.

