Kota Cirebon, 1 Oktober 2026 — Semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap sejarah bangsa kembali diwujudkan keluarga besar MTs Salafiyah Kota Cirebon melalui pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Berlangsung di halaman utama madrasah, Jalan Evakuasi, Kota Cirebon, upacara digelar secara khidmat dan diikuti seluruh civitas akademika MTs Salafiyah, termasuk mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang tengah melaksanakan kegiatan magang di madrasah.
Upacara dipimpin oleh Mashur, S.Pd.I. selaku Pembina Upacara. Sementara itu, Nadif Haifa bertugas sebagai Pemimpin Upacara dan Iis Nurfarah membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sejumlah siswa lainnya turut mengambil bagian dalam rangkaian upacara. Fayza Aida Sahira bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan Rindu Nurul Koyimah memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Gugur Bunga sebagai dirigen dan Assyifa Dela Citra dipercaya membawa naskah Pancasila.
Sementara itu, pengibaran Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penting dalam upacara. Tiga siswi berprestasi, yakni Ulfa Maria, Ruhel, dan Delviani, menjalankan tugas pengibaran bendera dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Mashur mengajak seluruh siswa untuk memahami makna Hari Kesaktian Pancasila dengan mengenang berbagai peristiwa sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan bangsa Indonesia, termasuk tragedi Gerakan 30 September 1965 (G30S).
Ia menyebut tujuh korban yang dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai Pahlawan Revolusi, yakni Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal R. Suprapto, Letnan Jenderal M.T. Haryono, Letnan Jenderal S. Parman, Mayor Jenderal D.I. Panjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta Kapten Pierre Andreas Tendean.
Menurut Mashur, pemahaman terhadap sejarah perlu ditanamkan kepada generasi muda agar para siswa tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga mempunyai kesadaran kebangsaan serta mampu mengambil nilai keteladanan dari perjalanan bangsa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah menjalankan tugas dalam upacara dengan penuh tanggung jawab.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasme para siswa yang telah menjadi pelaksana upacara Hari Kesaktian Pancasila ini. Ini adalah contoh yang baik untuk anak-anak kita,” ujar Mashur.
Selain berbicara tentang nasionalisme dan sejarah bangsa, Mashur memberikan pesan yang dekat dengan kehidupan para siswa, yakni pentingnya menghormati orang tua dan guru.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik semata, tetapi juga oleh doa, bimbingan, dan penghormatan kepada orang-orang yang mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
“Orang tua bukan hanya mereka yang berada di rumah, tetapi di sekolah juga ada orang tua ideologis, yaitu para guru. Kecerdasan saja tidak cukup. Tanpa doa dan bimbingan mereka, akan sulit bagi kalian mencapai cita-cita,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, dan rasa hormat.
Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Muhammad Athian Dziqnal Uns. Doa dipanjatkan agar seluruh keluarga besar MTs Salafiyah Kota Cirebon senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, dan kekuatan dalam menjalani proses pendidikan serta kehidupan sehari-hari.








