
Kota Cirebon — MTs Salafiyah Kota Cirebon menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun Ajaran 2025/2026 mulai Senin, 1 Desember hingga Senin, 8 Desember 2025. Ujian berlangsung setiap hari pukul 07.30–13.00 WIB dengan melibatkan 177 peserta didik dari kelas VII, VIII, dan IX, terdiri dari 86 laki-laki dan 91 perempuan, ditempatkan di enam ruang kelas yang telah disiapkan oleh panitia.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, ASAS tahun ini menggunakan metode paper test. Langkah tersebut dipilih untuk memastikan kejujuran peserta didik dan meningkatkan validitas hasil penilaian. Meskipun metode ini membutuhkan biaya tambahan untuk penggandaan soal serta lembur guru dalam proses pemeriksaan, pihak madrasah menilai pendekatan manual ini lebih akurat dalam memetakan kompetensi siswa.

Ketua Panitia ASAS, Ibu Toyibah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan melalui koordinasi intensif panitia.
“Kami berharap pelaksanaan ASAS tahun ini berjalan lancar dan tanpa kendala,” ujarnya.
ASAS merupakan bagian dari penilaian mutu pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia sesuai dengan kalender pendidikan. Sebagai asesmen sumatif semester ganjil, ujian ini bertujuan mengukur kemampuan siswa berdasarkan Standar Kompetensi (SK), meliputi aspek sikap, pengetahuan, serta keterampilan. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai capaian belajar siswa di masing-masing jenjang.

Ujian mencakup seluruh mata pelajaran bagi kelas VII, VIII, dan IX, termasuk muatan lokal madrasah, dengan durasi 90 menit untuk setiap mata pelajaran.
Kepala MTs Salafiyah Kota Cirebon, Hj. Uul Ulfiyah, S.Ag, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kesiapan fisik dan kesiapan mental menghadapi soal-soal ASAS.
“Atur waktu tidur dengan baik, hindari begadang, dan batasi penggunaan gadget di malam hari selain untuk belajar. Semoga kalian dapat meraih prestasi terbaik,” pesannya di hadapan seluruh peserta.
Dengan mengusung sistem paper test, MTs Salafiyah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penilaian yang lebih autentik, valid, dan mencerminkan kemampuan siswa secara nyata.

